Festival Boalemo, Gerbang Wisata Gorontalo


INILAHCOM, Gorontalo - Sejatinya Pulau Sulawesi memiliki banyak potensi dan sumber daya kelautan yang belum terangkat ke publik, karena memang penggarapan dan promosi yang belum optimal oleh pemerintah daerah di pulau tersebut. Semula orang lebih mengetahui objek pariwisata bahari yang terkenal adalah Bunaken, di Kota Manado, Sulawesi Utara, atau Wakatobi di Sulawesi Tenggara.

Sebenarnya potensi di Teluk Tomini tidak kalah dengan daerah lainnya. Teluk yang berada di tiga provinsi itu, yakni Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Gorontalo, merupakan salah satu teluk terbesar di Indonesia dengan luas kurang lebih 6 juta hektare. Teluk Tomini tergolong perairan semi tertutup (semi enclosed) di tiga provinsi dengan 14 kabupaten/kota serta 23 muara daerah aliran sungai (DAS).

Di tengah-tengah Teluk Tomini ini, terdapat 56 rangkaian pulau-pulau besar dan kecil yang membentang hingga 90 kilometer. Di teluk ini, terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya, dan seakan menjadi surga bagi para penyelam. Selain karena terumbu karangnya yang indah, berbagai jenis ikan juga hidup di sini. Untuk mempertegas keindahan Teluk Tomini itu, maka lahirlah dua iven yang hampir bersamaan dilaksanakan untuk lebih mengenalkan ke publik akan keindahan ekosistem itu, yakni Festival Boalemo di Provinsi Gorontalo pada 10 September 2015 dan Sail Tomini di Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah pada 19 September 2015.

Puncak Festival Boalemo di Kabupaten Boalemo akan dipusatkan di Pantai Bolihutuo, yang merupakan objek wisata terbaik di kabupaten itu. Tilamuta, ibukota Boalemo yang berjarak sekitar 110 km di barat dari ibukota Provinsi Gorontalo, yakni Kota Gorontalo, dapat ditempuh sekitar 2,5 jam dengan kendaraan darat. Tilamuta merupakan pelintasan jalan Trans-Sulawesi yang menghubungkan Palu di Sulawesi Tengah dan Manado, Sulawesi Utara.

Wakil Presiden Jusuf kalla telah dijadwalkan untuk menghadiri acara puncak Festival Boalemo pada 10 September 2015, yang akan disaksikan oleh pejabat dari pusat, perwakilan negara-negara sahabat dan para investor dalam negeri dan mancanegara.

Akademisi dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Hamzah Yunus menilai Festival Boalemo dan Sail Tomini, akan memberi dampak besar bagi masyarakat daerah itu, terutama meningkatkan perekonomian warga. Dekan Jurusan Ekonomi dan Bisnis UNG itu mengatakan, iven itu akan membuka peluang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) untuk masuk ke Gorontalo, terutama menggarap sektor pariwisata.

Menurut dia, mata dunia akan tertuju ke dua daerah itu untuk melihat sejauh mana potensi yang dikembangkan dan "dijual", sehingga benar-benar investor bisa meliriknya. Saat ini Festival Boalemo bisa dianggap sebagai pintu gerbang pariwisata di Provinsi Gorontalo, yang selama ini masih kalah jauh dengan daerah lain di Indonesia. Minimnya sosialisasi dan promosi akan sektor pariwisata ke tingkat nasional dan mancanegara, membuat sektor pariwisata tidak berjalan baik, sehingga saatnya Festival Boalemo menjadi pintu untuk promosi lebih banyak potensi yang ada.

"Yang menjadi tantangan kita, apakah SDM di daerah sudah siap untuk memenuhi kebutuhan dalam menghadapi MEA pasca-Festival Boalemo, sehingga ditakutkan potensi alam kita hanya akan menjadi lahan bagi keterbukaan perdagangan MEA," jelas dia.

Jangan sampai karena kurangnya SDM membuat warga menjadi penonton di negeri sendiri tanpa bisa berbuat apa-apa karena kurangnya SDM di bidang kelautan dan perikanan, pengelolaan pariwisata dan sebagainya. "Saya berharap dengan diadakannya Festival Boalemo di Gorontalo, masyarakat bisa membaca bahwa laut memiliki banyak potensi sehingga dapat meningkatkan produktivitas mereka, terutama para nelayan dan warga pesisir pantai," terang dia.

Kurang dikenalnya Kabupaten Boalemo disadari betul oleh Bupati Rum Pagau, sehingga tidak mengherankan jika kunjungan wisata ke daerahnya sangat rendah. Berdasarkan statistik Dinas Pariwisata Kabupaten Boalemo, jumlah wisatawan sepanjang 2014 adalah 63.000 orang dan dari jumlah tersebut, wisatawan asing hanya 18 orang.

Sementara untuk kunjungan wisatawan asing secara keseluruhan di Provinsi Gorontalo pada tahun 2013 lalu sebanyak 2.350 orang, masih sangat sedikit. Sehingga tidak berlebihan jika iven Festival Boalemo menjadi ajang awal atau pintu gerbang promosi pariwisata hingga ke luar negeri, agar bisa dikenal luas masyarakat dan mampu menggerakan roda perekonomian yang ada.

Perkuat Infrastruktur Sementara, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, mengatakan iven Festival Boalemo menjadi ajang promosi yang efektif dalam memperkenalkan potensi daerah. "Saatnya menampilkan potensi daerah yang kita miliki di ajang itu, sehingga bisa dikenal secara nasional maupun internasional," tandas Rusli.

Menurut dia, Provinsi Gorontalo sebagai tuan rumah bersama ajang tersebut, mendapat bagian untuk melaksanakan Festival Boalemo bersamaan Sail Tomini di Sulawesi Tengah, sehingga momen ini saling berkaitan dan menunjang.

Untuk menyambut dan menyukseskan acara itu, Pemerintah Povinsi Gorontalo, terus persiapkan berbagai kebutuhan seperti infrastuktur yang bisa menunjang kegiatan tersebut. Infrastuktur dasar yang sedang dibenahi tersebut seperti percepatan pembangunan Bandara Djalaludin Gorontalo, kesiapan hotel yang akan digunakan peserta maupun tamu dan undangan lainnya dan terutama kesiapan pasokan listrik.

"Saat ini juga pemerintah Provinsi Gorontalo maupun Kabupaten Boalemo sedang membangun dan membenahi akses jalan yang akan digunakan," kata Rusli.

Menurut dia, dengan keikutsertaan Provinsi Gorontalo diajang tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan perekonomian rakyat serta akses pembangunan sampai ke pelosok. "Saya mengajak seluruh komponen yang ada di Provinsi Gorontalo baik pemerintah, swasta maupun masyarakat untuk menyukseskan ajang tersebut," kata Rusli.

Khusus listrik memang sedang menjadi masalah di Provinsi Gorontalo, karena hingga saat ini masih mengalami defisit pasokan listrik sekitar 70 hingga 80 megawatt (MW). Defisitnya pasokan listrik karena beberapa pembangkit yang menjadi sumber utama menyuplai aliran mengalami kerusakan. Seperti di PLTD Molotabu, Kabupaten Bone Bolango yang mengalami kerusakan jaringan dan belum beroperasi secara maksimal.

Kemudian pasokan terbesar dari PLTU Amurang, Provinsi Sulawesi Utara masih dalam tahap perbaikan serta PLTA Tanggari, yang mengalami gangguang karena debit air sebagai pasokan utama, turut berkurang akibat musim kemarau. Saat ini pembangkit listrik di Provinsi Gorontalo hanya mampu menghasilkan sekitar 50 MW, sedangkan beban puncak Provinsi Gorontalo adalah 85 megawatt, Namun Gubernur optimistis jika masalah kelistrikan tidak akan mengganggu kegiatan Festival Boalemo, dan sangat berharap persoalan ini akan segera tuntas dalam waktu dekat.

Dengan hadirnya Festival Boalemo, diharapkan bisa memberikan dampak positif berbagai sektor perekonomian di daerah, terutama menunjang program pariwisata dan menggerakkan ekonomi kerakyatan. [tar]



Read More : Festival Boalemo, Gerbang Wisata Gorontalo.



0 komentar:

Posting Komentar